Posts

Showing posts with the label Puisi

Hari Kedua Puluh Dua : Wabak

Day 22 of Restricted Movement Order ---- Langit dalam daerah kawalan ini, tiada penjaga - Kucing membawa berita dari jauh dan kalian yang berhimpun diantara udara berkongsi masih menghirau pesan tidak mahu menjauh Langit dalam daerah kawalan ini tiada penjaga - Kucing membawa berita dari jauh dan kalian yang terputus rezeki sedang kefikiran mahu membeli Tahulah pada manusia dijalan berbaris diantara lingkaran wabak! berhati-hatilah, ia sadis Ada berita dihujung daerah menyatakan kisah hidup kalian yang tanpa kata - tiada sebutan. Jalan Dunlop, Tawau Mac, 6. 2020  Catatan : Puisi sebenarnya menyampaikan situasi semasa negara yang sedang dilanda wabak covid 19, rakyatnya sedang berhimpun dihadapan bank, menunggu mengambil bantuan kerajaan dan tidak mengamalkan penjarakan sosial (social distancing) tapi diantara keramaian, ada rakyat yang berbaris lantas keperluan yang mendesak, tak bertuahnya hidup.

Hari Pertama : Bebal

Day 1 of Restricted Movement Order ---- Langit pagi sedang membiru Dia senang menghadirkan awan-awan harapan Kejujurannya tak menafikan Mencuba memberi kepastian Pukul lapan pagi Dunia terbuka luasa Fikiran tidak bertemu ruas Suasana menjadi persoalan tak habis Pernyataan jauh kelabu Aku tidak tahu, Sedalam apa pengertian mereka tentang bahasa baku Hari ini hari rabu, Hari pertama perintah berkuatkuasa Tapi tidak mendengarkan! 'sok-sok' lebih berkuasa Hanya duduk, dan mendadak kegelisahan mereka Kekosongan jadi bahasa ibunda Nasihat-nasihat yang dibacakan Memercik endah tak endah Mereka ingin datang kepadanya Sebagai tubuh kebal Memakan fikiran, mereka bebal Taman Semarak, Mac 18. 2020.  #StayAtHome

KLIA DUA

Kelewatan Itu selalu berarti pengajaran Ditengah kesibukkan lapangan berjalanku tidak perlahan Ku catat tiga hal mengenai lapangan terbang, Pertama - Gedung bagasi yang tak sempat ku lewati Kedua - Papan info penerbangan yang diamati Ketiga - Manusia berpusu kesana-sini kadang bingung sendiri Sebelum berangkat, sempat menyapa Pakcik tuan permisi! Terbangnya ke indonesia sebelah negeri Bahasaku lebih indah, punya pelbagai versi Berkomunikasi, Itu kebutuhan Dalam hidup penuh kontradiksi Menempatkan dirilah disemua sisi Dihadapan kaunter bagasi seorang perempuan meminta kad pengenalan diri mengingatkanku dibawakah cinta sebelum pergi? KLIA 2 May 22, 2017

Muhandisin

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ “ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ” Merinduimu Al Muhandisin Kapan kita bersua jasad Biar melunaskan segala hasrat Izinkan aku kembali Sekali ini Aku ingin baring Dijantungmu Dihatimu

Dedaun Ramadan

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ “ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ” Daun Ramadan telah gugur separuh, Masjid mulai lesu bukan bisu Kebiasaan yang mengharu'

Terang

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ “ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ”   Ketika hadir Cahaya baru Kulihat Bayang - Dalam gelap Lenyap Sulap

Merpati

Image
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ “ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ”   Aku dikejutkan  pada tengah malam, Oleh seekor merpati Di dahanan itu ia melagu sayu Sedang aku masih kelenaan